Selasa, 17 Desember 2019
Membendung Rindu
"Bagaimana perasaanmu?"
"Aku menyukainya."
"Sejak Kapan?"
"Semenjak malam, pagi, siang, sore dan hari-hari penuh canda tawa berasamanya. Kini aku sudah tak lagi memikirkan yang dulu pernah menyakitiku. Aku sudah bisa tersenyum kembali layaknya diriku yang selalu ceria. Ketika malam tiba aku mulai gelisah karena wajahnya selalu tiba-tiba terbayang dan tak sengaja kuucapkan namanya sebelum tidur. Aku tak tahu tentang perasaannya kepadaku namun aku selalu percaya bahwa suatu saat dia akan bisa menerimaku disampingnya. kukira perasaan ini tak akan tumbuh karena aku hanya ingin berkawan saja dengannya tapi perkiraanku salah."
Dik, sungguh aku tak ingin tahu tentang masalalu mu karena jika aku tahu akan menyakitkan rasanya. Penyesalan pun akan tumbuh pada diriku karena aku tak disana untuk menemanimu sedangkan kau ada disaat hatiku hancur. Yang aku mau tahu saat ini adalah tentangku dan dirimu yang memang baru memulai kisah cinta sepihak dariku.
Jujur saja dik entah sejak kapan rasa ini berani tumbuh dihatiku padahal baru saja aku merasakan patah hati. Mampu tersenyum kembali itu karenamu dik, kutegaskan sekali lagi bukan kau penyebab aku berani mengambil keputusan itu. Memang sudah jalan yang Tuhan rencanakan seperti ini. Sudah lama aku ingin mengabil keputusan tegas ini namun terlalu takut melangkah kedepan. Kau yang bisa membuatku yakin bahwa didunia ini bukan hanya tentangnya tapi masih banyak ikan di lautan sana. Saat bersamamu aku kembali menjadi diriku sendiri. Kembali menulis, melukis bahkan hobby-hobby ku lain yang telah lama kulupakan kini kembali ku jalani. Pekerjaanku semakin baik karena aku fokus supaya bisa melupakannya.
Dik, apa kau tahu saat ini aku sedang memikirkanmu benar kata Ayhanda Pidi Baiq dalam bukunya kukutip "Aku ingin memikirkan yang senang-senang saja. dan yang membuatku senang adalah memikirkanmu". Dalam bukunya yang berjudul "Dia adalah Dilanku 1990". Aku sangat setuju dengannya dan itu pun terjadi pada diriku.
Dik, sampai saat ini aku tak pernah tahu kau sudah memiliki seorang kekasih atau belum. Aku tak siap mendengar jikalau kamu sudah memilikinya. Aku ingin seperti ini saja sampai kau pun memiliki perasaan yang sama denganku. Aku tak berani menyatakan perasaanku yang sebenarnya karena aku takut kau salah paham. Ya salah paham kalau kau hanya jadi pelampiasanku karena baru saja patah hati tapi sebenarnya tidak. Aku selalu memikirkan itu setiap saat dan membuatku semakin menyukaimu.
Dik, sudah hampir sebulan ini kau menghilang tanpa kabar. Apakah ada yang salah dariku?. Mungkin aku mengatakan sesuatu yang membuatmu sakit hati tanpaku sadari. Aku meminta maaf atas itu karena mungkin aku terlalu senang bersamamu hingga sulit sekali mengontrolnya. Mungkin kau tak akan mendengar ketika aku selalu memanggil namamu sebelum tidur.
"Adik, aku rindu"
Salam,
Abangmu.
simpan ini untukmu
Mungkin ini terlalu biasa untukmu yang tak berada diposisiku. Tapi ini sangat menyesakan bila kau berada diposisiku saat ini.
Dik, entah kau sadari atau tidak ketika pertama kita bertemu aku mulai tertarik padamu. Kau adalah kawan dari sahabat terbaiku, saat itu hatiku tengah retak karena suatu hal. Aku diajak sahabatku bergabung dengan kawan-kawannya seraya menenangkan hatiku yang kacau balau. Aku tak melihat jelas wajahmu karena dimalam itu sangat gelap dan bulan pun tertutupi awan mungkin ia tak ingin melihatku bersedih. Layaknya pertemuan pertama kami berkenalan dan aku mendengar suaramu yang lembut penuh perasaan. Disaat itu pula aku mulai sedikit tertarik padamu, jujur rasa itu tak begitu kuhiraukan karena kala itu masih ada hati yang lain. Kau bilang bisa membaca karakter wajah seseorang dan kau sangat ingin melihat wajahku sampai kau sorotkan senter dihpmu. Aku malu karena wajahku tengah kacau karena masalah yang sedang kuhadapi bersama kekasihku.
Aku memang ingin sekali berbicara banyak denganmu karena rasa penasaranku semakin bertambah ketika kau mengatakan suatu hal yang kini sudah tak kuingat lagi. Dik, kamu tahu bukannya tak setia dengan kekasihku aku tertarik padamu bukan karena ingin memilikimu. Aku ingin berkawan baik denganmu karena aku merasa damai ketika bersamamu. Mungkin saja kau pun sudah memiliki dambaan hatimu dan aku tak ingin mengganggumu.Terimakasihku sampaikan pada Tuhanku yang teramat baik telah memberikanku kawan-kawan yang peduli terhadap keadaanku sekarang.
Setelah pertemuan pertama kita ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Kau ingat dik kita pernah terjebak waktu berdua selama dua hari karena suatu hal. Hari itu menjadi moment yang selalu kuingat aku jadi lebih mengenal tentangmu. Ternyata kita memiliki hobby yang sama mulai dari game, filem, hingga band kesukaan. One Oke Rock adalah band internasional yang kita sukai. Kau menyukai lagu yang berjudul "All mine" dan kesukaanku "Where Ever You Are". seharian full kita berdua menyanyi, menonton bahkan sampai aku sempat tertidur dibahumu dan kau pun ikut tertidur. Lucu ya kalau diingat, aku kini tengah tersenyum sembari menulisa cerita ini.
Kau tahu dik saat itu aku lupa akan masalah yang kuhadapi dengan kekasihku. aku mulai bercerita semuanya dan kau selalu memberikan solusi. Kini hubungan kami mulai membaik itu pasti berkat Tuhan telah mengirimkanmu dikehidupanku. Terimakasih dik karenamu aku bisa lebih jernih berfikir dalam mengambil keputusan.
Pernah saat itu kekasihku melihat mu sedang bercanda denganku dan ia seperti terlihat cemburu. Aku senang melihat kekasihku cemburu karena sudah lama kami tak memiliki hubungan harmonis. Aku ingin melihatnya kesal karena ia mencintaiku bukan karena ia membenciku. Namun disisi lain aku melihatmu agak begitu kesal karena aku dan kekasihku. Setelah itu kau pergi pamit pulang dan tak kudapati lagi kabar darimu selama satu minggu. Dalam fikiranku mungkin kau sudah tak ingin lagi bertemu denganku karena hubunganku dengan kekasihku sudah membaik. Ternyata kau datang kembali menemuiku bersama kawan-kawan lainnya. Aku senang bisa melihatmu lagi dik.
Kau tahu dik setelah sebulan kami memperbaiki hubungan ternyata masih ada yang disembunyikan kekasiku dariku. Sebab itu kami bertengkar lagi ia pergi dan tak ada kabar yang jelas. Aku ingat perhataanmu bahwa harus tegas dalam hubungan terutama untuku. Lalu dengan berat hati aku melepaskannya. Kau tahu dik bukan kau penyebab hubungan kami putus tapi ini memang sudah jalanNya. Sudah lama hubungan kami retak tapi masih kupertahankan karena aku menyayanginya kali ini benar-benar tak bisa bersatu lagi. Sudahlah aku tak ingin membahas banyak tentangnya.
Dik, saat hatiku hacur kau ada disisiku menemani dan menguatkanku. Kau menyadarkanku bahwa bukan dia satu-satunya orang yang bisa menerimaku apa adanya. Jujur aku telah dibutakan oleh cintaku padanya. Dik, kamu mampu menjadi sandaranku disaat aku tak tahu lagi harus bagaimana.
Dik, kita memang beda suku dan bahasa. Aku berasal dari keluarga minang dan kau keturunan sunda, kita tak sedarah dan itu membuatku senang. Adik aku senang bertemu denganmu.
Salam,
Abangmu
Dik, entah kau sadari atau tidak ketika pertama kita bertemu aku mulai tertarik padamu. Kau adalah kawan dari sahabat terbaiku, saat itu hatiku tengah retak karena suatu hal. Aku diajak sahabatku bergabung dengan kawan-kawannya seraya menenangkan hatiku yang kacau balau. Aku tak melihat jelas wajahmu karena dimalam itu sangat gelap dan bulan pun tertutupi awan mungkin ia tak ingin melihatku bersedih. Layaknya pertemuan pertama kami berkenalan dan aku mendengar suaramu yang lembut penuh perasaan. Disaat itu pula aku mulai sedikit tertarik padamu, jujur rasa itu tak begitu kuhiraukan karena kala itu masih ada hati yang lain. Kau bilang bisa membaca karakter wajah seseorang dan kau sangat ingin melihat wajahku sampai kau sorotkan senter dihpmu. Aku malu karena wajahku tengah kacau karena masalah yang sedang kuhadapi bersama kekasihku.
Aku memang ingin sekali berbicara banyak denganmu karena rasa penasaranku semakin bertambah ketika kau mengatakan suatu hal yang kini sudah tak kuingat lagi. Dik, kamu tahu bukannya tak setia dengan kekasihku aku tertarik padamu bukan karena ingin memilikimu. Aku ingin berkawan baik denganmu karena aku merasa damai ketika bersamamu. Mungkin saja kau pun sudah memiliki dambaan hatimu dan aku tak ingin mengganggumu.Terimakasihku sampaikan pada Tuhanku yang teramat baik telah memberikanku kawan-kawan yang peduli terhadap keadaanku sekarang.
Setelah pertemuan pertama kita ada yang kedua, ketiga dan seterusnya. Kau ingat dik kita pernah terjebak waktu berdua selama dua hari karena suatu hal. Hari itu menjadi moment yang selalu kuingat aku jadi lebih mengenal tentangmu. Ternyata kita memiliki hobby yang sama mulai dari game, filem, hingga band kesukaan. One Oke Rock adalah band internasional yang kita sukai. Kau menyukai lagu yang berjudul "All mine" dan kesukaanku "Where Ever You Are". seharian full kita berdua menyanyi, menonton bahkan sampai aku sempat tertidur dibahumu dan kau pun ikut tertidur. Lucu ya kalau diingat, aku kini tengah tersenyum sembari menulisa cerita ini.
Kau tahu dik saat itu aku lupa akan masalah yang kuhadapi dengan kekasihku. aku mulai bercerita semuanya dan kau selalu memberikan solusi. Kini hubungan kami mulai membaik itu pasti berkat Tuhan telah mengirimkanmu dikehidupanku. Terimakasih dik karenamu aku bisa lebih jernih berfikir dalam mengambil keputusan.
Pernah saat itu kekasihku melihat mu sedang bercanda denganku dan ia seperti terlihat cemburu. Aku senang melihat kekasihku cemburu karena sudah lama kami tak memiliki hubungan harmonis. Aku ingin melihatnya kesal karena ia mencintaiku bukan karena ia membenciku. Namun disisi lain aku melihatmu agak begitu kesal karena aku dan kekasihku. Setelah itu kau pergi pamit pulang dan tak kudapati lagi kabar darimu selama satu minggu. Dalam fikiranku mungkin kau sudah tak ingin lagi bertemu denganku karena hubunganku dengan kekasihku sudah membaik. Ternyata kau datang kembali menemuiku bersama kawan-kawan lainnya. Aku senang bisa melihatmu lagi dik.
Kau tahu dik setelah sebulan kami memperbaiki hubungan ternyata masih ada yang disembunyikan kekasiku dariku. Sebab itu kami bertengkar lagi ia pergi dan tak ada kabar yang jelas. Aku ingat perhataanmu bahwa harus tegas dalam hubungan terutama untuku. Lalu dengan berat hati aku melepaskannya. Kau tahu dik bukan kau penyebab hubungan kami putus tapi ini memang sudah jalanNya. Sudah lama hubungan kami retak tapi masih kupertahankan karena aku menyayanginya kali ini benar-benar tak bisa bersatu lagi. Sudahlah aku tak ingin membahas banyak tentangnya.
Dik, saat hatiku hacur kau ada disisiku menemani dan menguatkanku. Kau menyadarkanku bahwa bukan dia satu-satunya orang yang bisa menerimaku apa adanya. Jujur aku telah dibutakan oleh cintaku padanya. Dik, kamu mampu menjadi sandaranku disaat aku tak tahu lagi harus bagaimana.
Dik, kita memang beda suku dan bahasa. Aku berasal dari keluarga minang dan kau keturunan sunda, kita tak sedarah dan itu membuatku senang. Adik aku senang bertemu denganmu.
Salam,
Abangmu
Langganan:
Postingan (Atom)